JUMAT BERSIH DAN NILAI EDUKASI
30 January 2026 | Benyamin Marotno, S.Pd
Jumat, 30 Januari 2026, Pagi membuka harapanya dengan cahaya yang sederhana mengajak hari untuk dimulai tanpa menjanjikan sempurna hanya kesempatan untuk berjalan. Dihalaman sekolah SD YPPK Gembala Baik dengan riuhnya membawa langkah dan ditemani canda ria diantara para BESTI.
Pagi ini datang dengan rencana kegiatan yang berbeda. Biasanya semua warga sekolah berbaris rapi di halaman sekolah. Setiap kelas tahu tempat mereka berdiri. Mereka tahu bahwa setiap orang berdiri dengan jarak terlepas satu rentangan tangan teman sebelahnya. Selanjutnya, dengan mikrofon di tangan bapak/ibu guru yang memberikan arahan mengumkan jenis senam yang akan dilaksanakan. Umumnya, hari Jumat karena telah identik dengan Pramuka, maka senam yang dilaksanakan adalah senam pramuka. Namun, kegiatan ini rupanya harus diurungkan untuk pagi ini. Jelang ahir bulsn jsnusri 2026, keluarga besar SD YPPK Gembala Baik Abepura melaksanakan jumat bersih bersama. Semuanya berarak ke tempat kerja masing-masing setelah mendapat arahan. Semuanya bekerja sambil ditemani cerita dengan para besti tadi, sesekali mendapat teriakan dari teman karena mungkin lamban, diteriaki karena berdiri (pada hal baru saja mau istirahat), bahkan ada yang diteriaki karena terlihat mondar-mandir jalan seperti orang sibuk (karena memang tugasnya adalah membawa sampah ke tempat sampah). Tiga puluh menit pagi ini, sungguh -sungguh mengurung baik para peserta didik, bapak dan ibu guru, hingga para tenaga pendidik dalam konsentrasi akan kerja. Setiap orang sibuk dengan pekerjaannya, mulai dari menyampu kelas, taman, membersihkan kaca jendela, cabut rumput, hingga mengumpulkan dan membuang sampah. Semuanya sibuk, termasuk saya sendiri ( sibuk dengan foto ) .
Namun, di balik kesibukan ini tersirat satu nilai edukasi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik. Secara momen, mungkin terkesan dilatarbelakangi oleh kesan program Adiwiyata Sekolah. Namun, secara nilai, momen ini sekaligus memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk belajar bahwa, ilmu tidak hanya datang dari sebuah buku yang tumpuk dan pena, tetapi lebih dari itu datang dari kerendahan hati untuk mau berguru dan berpengalaman dalam kehidupan sosial. Ilmu dapat diperoleh ketika tangan mau memegang sapu membersihkan halaman; ilmu pun dapat diperoleh ketika mau berjongkok dan mencabut rumput bersama bapak dan ibu guru di halaman sekolah, di pinggir jalan kompleks sekolah; ilmu juga dapat diperoleh ketika mau mendengarkan arahan bapak/ibu guru tentang cara memegang kain lap . cara menyabut rumput dan membersihkan kaca jendela tanpa harus mendapat luka. Lebih jauh, kesempatan pagi ini sekaligus mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang yang berkualitas tidak cukup hanya dengan berpengetahuan, tetapi lebih dari itu harus dilengkapi dengan aksi nyata. Kata dan perbuatan, adalah 2 realitas yang harusnya seiring dan sejalan. Karena pendidikan, tidak hanya menghasilkan pribadi yang hanya pintar berteori atau pun berbuat secara βmembeoβ, tetapi lebih dari itu pribadi yang mampu berteori dan menghayati dalam kehidupan nyata harian.
Ayo putra-putri hebat, jangan takut untuk belajar kerja. Kalian tetaplah generasi kebanggan, meski terkadang harus menyapu, mencabut rumput di halaman, dan membersihkan kaca jendela kelas dan lain β lain.