HUT YPPK KE- 51 TAHUN
22 August 2025 | Benyamin Marotno, S.Pd
(51 tahun) YPPK yang jatuh pada tahun ini menjadi catatan bahwa YPPK telah melewati sebuah perjalanan yang panjang. Banyak tantangan yang telah dilewati. Banyak kesuksesan yang telah diraih. Kegigihan dalam melewati setiap tantangan ini berhasil dituai dalam setiap figur yang pernah mengalami dan mengenyam proses pendidikan pada setiap lembaga pendidikan YPPK Fransiskus Asisi Papua, telah berhasil kokoh (bahkan akan terus menambah) dengan sejumlah lembaga pendidikan yang telah dibangun.
Hingga saat ini, YPPK memiliki 15 Taman Kanak-Kanak (TK), 43 Sekolah Dasar (SD), 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 6 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tahun ini YPPK memiliki SMK. Sejumlah lembaga pendidikan ini, memberikan gambaran akan peran penting YPPK dalam usaha memajukan pendidikan di tanah Papua. Lembaga-lembaga pendidikan ini berdiri setelah melewati sejumlah tantangan dan rintangan. Karena itu, YPPK dapat menjadi wadah istimewa bagi putra dan putri Indonesia secara khusus Papua dalam menempah diri. Momen HUT YPPK pada tahun ini, sekaligus menjadi bukti bakti YPPK untuk pendidikan di tanah Papua. Perjalanan YPPK yang berkarya hingga 51 tahun di tanah Papua tidak mudah. Perjalanan ini masih harus terus berlanjut, karena Papua membutuhkan keterlibatan YPPK dalam memajukan pendidikan. Karena itu, tantangan dan harapan bagi YPPK belum berakhir. Tantangan akan selalu ada setelah 51 tahun ini. Harapan akan semakin tinggi setelah 51 tahun ini, diantaranya dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Namun, salah satu hal yang tidak dapat dielak adalah perubahan. Dunia terus berubah. Demikian pula Papua, akan terus larut dan bergulir dalam setiap perubahan yang terjadi. Indonesia dituntut untuk terus beradaptasi terhadap setiap perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, YPPK sebagai salah satu lembaga pendidikan di tanah Papua harus turut menanggapi fenomena ini. Para peserta didik pada 20 tahun yang akan datang, di mana saat Indonesia Emas, harus memiliki sebuah perbedaan jika dibandingkan dengan situasi saat ini. Meskipun secara gamblang tampak jelas bahwa saat ini, para peserta didik berada dalam situasi digital. Para peserta didik berdiri sebagai generasi milenial dan generasi-Z. Para peserta didik dibentuk dan ditempah dengan proses pendidikan yang melibatkan media digital, seturut perkembangan dan situasi mereka. Dengan demikian, keberhasilan mereka pun akan dikenal sebagai para peserta didikan YPPK era digital.
Realitas ini sedikitnya telah memberikan peringatan bahwa para peserta didik harus dipersiapkan secara baik, secara intelektual dan psikis. Dari segi intelektual, para peserta didik dituntut untuk cerdas teknologi. Artinya, para peserta didik tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi lebih dari itu memahami sejumlah hal lain yang berkaitan dengan teknologi, termasuk penggunaan secara baik dan benar, kode etik penggunaan teknologi, jenis kriminalitas dalam berteknologi, hingga berbagai pengaruh teknologi dalam berbagai bidang kehidupan.
Secara psikis, para peserta didik ditempah untuk mampu dan siap beradaptasi dengan berbagai situasi perubahan di masa yang akan datang. Para peserta didik harus memiliki mental âpetarungâ sebagaimana para pendahulu. Artinya bahwa tidak anti pada perubahan, melainkan melihat perubahan sebagai sebuah kemajuan dan siap untuk beradaptasi.
Kedua persiapan; intelektual (cerdas teknologi) dan psikis (memiliki mental âpetarungâ yang siap beradaptasi dengan berbagai situasi), jika ditarik lebih jauh dalam kaitannya dengan Indonesia Emas, maka dapat menjawabi salah satu dari 4 pilar visi Indonesia Emas, yakni pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun secara mutlak tidak menjadi opsi penentu, namun sebagai sebuah pilihan kedua aspek ini penting untuk ditanamkan dalam pribadi setiap peserta didik di era sekarang, di mana para peserta didik telah dipermudah dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Secara intelektual para peserta didik-yang terbiasa dengan penggunaan media teknologi-harus diberikan konsep yang baik dan benar dalam kaitannya dengan cerdas teknologi. Mereka tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan teknologi tetapi lebih dari itu konsep tentang penggunaan teknologi yang baik dan benar. Secara psikis, para peserta didik harus âdibebaskanâ dari mental instan. Mereka harus dibekali dengan mental seorang âpetarungâ yang siap beradaptasi dengan berbagai perubahan, termasuk siap menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Sebab selama dunia terus berubah, maka tantangan dan tuntutan akan terus berubah. Karena itu, peserta didik harus dibentuk untuk siap menghadapi situasi ini, termasuk dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
HUT YPPK ke-51 menyiratkan banyak pengalaman dan menyuarakan banyak cerita. Sejumlah kesuksesan telah dituai. Sejumlah tantangan telah terurai hingga berubah rupa menjadi humus bagi pertumbuhan dan perkembangan YPPK. Ratusan figur telah menjadi bukti kegigihan dan kerja keras YPPK. Mereka masih berkarya dalam berbagai bidang kehidupan hingga saat ini.
Fragmentaritas ini harus diapresiasi. Sebagai yayasan pendidikan yang memikul tanggung jawab dari negara dan Gereja, YPPK sejatinya telah menjadi wadah yang memberikan ârasa nyamanâ bagi sejumlah insan Indonesia secara umum, dan Papua secara khusus.
Tujuan pendidikan nasional - mencerdaskan kehidupan bangsa - telah disiasati selama 51 tahun sejak 1974, dengan motto Pro Ecclessia et Patria, dengan memilih Santo Fransiskus Asisi sebagai pelindung yayasan. Namun apresiasi tanpa tugas bukan menjadi pilihan. Apresiasi harus dibarengi dengan tugas. Tujuan pendidikan nasional terus dikumandangkan untuk diperjuangkan bersama. Keterlibatan Gereja, terus digalakkan. Maka YPPK harus terus berkarya, salah satu di antaranya adalah menuju Indonesia Emas 2045.
Jika ditilik dari perspektif ini maka perencanaan Indonesia Emas harus disejajarkan dengan realitas perubahan yang marak saat ini. Generasi saat ini, adalah Gen Z, yang menghabiskan sebagian besar waktu dan aktivitas bersama media digital. Mustahil jika dilarang bergaul dengan media digital. Karena itu, yang lebih relevan untuk diperjuangkan adalah, menanamkan konsep yang baik dan benar tentang cerdas teknologi. Selain konsep ini, hal lain yang juga penting adalah âmenggantikanâ mental instan dengan mental petarung yang siap beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan zaman di masa yang akan datang